Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Stunting Lebak Masih 32,4 Persen, Pemkab Fokus Perkuat Pencegahan dari Hulu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memperkuat upaya pencegahan stunting atau tengkes sejak dini. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Lebak yang berdasarkan survei terbaru berada di angka 32,4 persen.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), pemerintah daerah kini lebih menitikberatkan intervensi kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi mengalami stunting.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah mengatakan, pencegahan menjadi salah satu strategi penting untuk menekan kasus stunting di daerah.

“Penanganan kasus stunting di Lebak hingga kini terus berjalan, tapi bentuknya lebih diprioritaskan pada pencegahan kepada kelompok berisiko,” ujar Tuti, Senin (14/9/2026).

Kelompok yang menjadi perhatian antara lain ibu hamil, balita, serta keluarga prasejahtera. Menurut Tuti, intervensi sejak kelompok rentan diperlukan agar faktor risiko dapat ditangani sebelum berdampak terhadap tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko stunting. Lingkungan tempat tinggal dan kebiasaan keluarga juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan serta pertumbuhan anak.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi. Keluarga yang belum memiliki sumber air bersih yang layak atau jamban sehat dinilai lebih rentan menghadapi persoalan kesehatan.

Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit berulang pada anak. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi juga harus berjalan beriringan dengan perbaikan lingkungan. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh makanan bergizi serta menerapkan pola pengasuhan yang tepat sejak masa kehamilan.

“Risiko stunting ini tidak hanya terkait gizi. Keluarga yang secara ekonomi mencukupi pun tetap harus memperhatikan asupan makanan dan pola pengasuhan anak,” ucapnya.

Pemkab Lebak melalui DP3AP2KB terus mendorong kesadaran keluarga agar pencegahan stunting dilakukan sejak awal. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan prevalensi stunting sekaligus memastikan anak-anak di Kabupaten Lebak tumbuh secara sehat dan optimal.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *