Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkab Lebak Ajak Pemuda Bergabung Brigade Pangan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengajak generasi muda terlibat aktif dalam sektor pertanian melalui Brigade Pangan. Keterlibatan petani muda diharapkan dapat memperkuat kedaulatan pangan, mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, pemuda memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian, mulai dari tanaman padi sawah, hortikultura hingga palawija.

“Kita berharap pemuda bisa bergabung dalam Brigade Pangan untuk mengelola pertanian padi sawah, hortikultura dan palawija,” kata Rahmat di Lebak, Minggu.

Pemkab Lebak juga mengapresiasi kontribusi Brigade Pangan dalam mendukung kedaulatan pangan agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Saat ini, kelompok petani muda yang tergabung dalam program tersebut telah mengoptimalkan lahan pertanian dengan memanfaatkan teknologi dan peralatan modern.

Menurut Rahmat, Brigade Pangan telah berjalan di 14 kecamatan di Kabupaten Lebak dengan melibatkan petani dari kalangan generasi muda.

“Kita sudah berjalan di 14 kecamatan dan semua anggotanya petani generasi muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, November hingga Desember 2026 yang mulai memasuki musim hujan menjadi momentum untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT). Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Brigade Pangan mengelola lahan pertanian, khususnya persawahan, dengan luas sekitar 150 hingga 200 hektare. Lahan tersebut merupakan milik masyarakat yang kemudian dikelola oleh petani muda. Dari hasil panen, pemilik lahan mendapatkan bagian keuntungan.

Pengelolaan pertanian oleh generasi muda didukung penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, seperti pompa air, traktor, dan rice transplanter. Teknologi tersebut membantu mempercepat proses pengolahan lahan dan penanaman padi.

Bahkan, penggunaan rice transplanter disebut mampu menyelesaikan penanaman padi di lahan seluas satu hektare dalam waktu sekitar 20 menit.

Sementara itu, proses panen memanfaatkan combine harvester untuk membantu pemanenan dan perontokan padi. Penggunaan alsintan tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mempercepat siklus tanam.

Selain dukungan teknologi, petani muda juga mendapatkan bantuan pupuk pada awal musim tanam agar dapat mempercepat penanaman setelah masa panen.

“Kami meyakini pemuda yang tergabung Brigade Pangan itu dapat mendukung swasembada pangan dan ekonomi masyarakat,” kata Rahmat.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak Cucu Komarudin turut mendorong generasi muda agar lebih inovatif dan terlibat dalam pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, potensi lahan pertanian yang luas di Kabupaten Lebak dapat menjadi modal untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.

Karena itu, pemuda diharapkan tidak ragu menggeluti usaha pertanian dan menghasilkan inovasi yang dapat mendukung kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami minta pemuda sebagai generasi mampu mewujudkan swasembada pangan dan membangkitkan perekonomian,” ujar Cucu. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *