SERANG | bantenrayaco.id
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meluncurkan program beasiswa bagi pemuda desa untuk menempuh pendidikan sekaligus meningkatkan keterampilan melalui pengalaman belajar dan bekerja di Jepang.
Program tersebut dibuka bagi pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dengan kuota pendaftaran yang disebut tidak dibatasi.
Peluncuran program beasiswa tersebut berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini dihadiri para calon peserta dari berbagai wilayah.
Yandri mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa. Menurutnya, generasi muda desa memiliki potensi besar untuk berkembang apabila memperoleh akses pendidikan, pelatihan, serta pengalaman kerja yang memadai.
Ia menegaskan, kesempatan mengikuti program beasiswa ke Jepang terbuka bagi pemuda dari seluruh kabupaten dan kota yang memenuhi persyaratan.
Yandri menjelaskan, Kabupaten Serang bukan daerah percontohan maupun wilayah yang mendapat prioritas khusus dalam program tersebut. Sekitar tiga bulan sebelumnya, Kemendes PDT bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad telah melepas 200 peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti program serupa.
“Kabupaten Serang bukan percontohan, sekitar tiga bulan lalu, Kemendes PDT bersama utusan khusus presiden bidang pembinaan generasi muda Raffi Ahmad sudah kita lepas 200 orang dari berbagai daerah,” katanya.
Menurut Yandri, Kemendes PDT telah membuka peluang bagi seluruh pemerintah daerah untuk segera menyiapkan pemuda desa yang berminat mengikuti program tersebut.
Peluang itu didukung kerja sama dengan salah satu perusahaan dan pemerintah di Jepang yang disebut menyediakan kuota hingga 40 ribu pemuda untuk mengikuti program belajar sekaligus bekerja di negara tersebut.
“Jadi bukan Kabupaten Serang di anak emaskan atau diutamakan tidak, jadi siapapun kabupaten kota yang siap kita akan layani, ya cepat cepatan aja dan kebetulan Kabupaten Serang ini cepat. Kuotanya tidak terbatas silahkan daftar sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Yandri menyebut nilai beasiswa yang diberikan diperkirakan mencapai Rp300 juta untuk setiap peserta. Melalui program tersebut, peserta berkesempatan menempuh pendidikan di Jepang sekaligus mengikuti program magang kerja dengan peluang memperoleh penghasilan selama masa magang.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pemuda desa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman internasional yang nantinya dapat mendukung pembangunan daerah.
Khusus di Kabupaten Serang, Yandri menyebut jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 500 orang. Meski demikian, ia meminta agar sosialisasi terus diperluas sehingga semakin banyak pemuda yang mengetahui dan memanfaatkan peluang tersebut.
“Tadi pendaftarnya sudah lumayan 500 lebih, tapi saya minta kalau bisa ditingkatkan lagi, karena Kabupaten Serang banyak hampir dua juta penduduknya dan anak mudanya juga banyak. Ini kesempatan emas terbaik, bagi anak-anak muda yang ingin berlatih, belajar dan bekerja di Jepang,” ucapnya.
Melalui program ini, Kemendes PDT berharap semakin banyak pemuda desa memperoleh akses pendidikan dan pengalaman kerja di luar negeri. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi ekonomi dan pembangunan desa. (Hab)