Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pembangunan Sekolah Rakyat Serap 1.699 Tenaga Kerja Lokal

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Pembangunan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten, tak hanya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proyek yang dikerjakan PT HK-Etona KSO tersebut melibatkan ribuan tenaga kerja, dengan lebih dari 43 persen di antaranya berasal dari masyarakat lokal.

Humas PT HK-Etona KSO, Febiansah Pratama, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang berlokasi di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Sementara itu, proyek di Kabupaten Lebak berada di Kecamatan Panggarangan.

Pembangunan yang dimulai sejak Desember 2025 itu telah memasuki tahap Berita Acara Serah Terima (BAST) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Banten, Direktorat Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menurut Febiansah, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut mencapai 43,48 persen dari total tenaga kerja yang dikerahkan. Persentase itu melampaui ketentuan minimal 25 persen yang disebut menjadi acuan dalam regulasi ketenagakerjaan proyek.

“Penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak ini mencapai lebih dari 43 persen, sehingga sudah melampaui ketentuan regulasi ketenagakerjaan yang mensyaratkan batas minimal sebesar 25 persen,” ujar Febiansah, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data PT HK-Etona KSO, pembangunan di kedua kabupaten tersebut melibatkan ribuan pekerja. Di Kabupaten Pandeglang, proyek tercatat menyerap 1.625 tenaga kerja, dengan 680 orang atau 43,85 persen merupakan warga lokal.

Adapun di Kabupaten Lebak, dari total 2.332 tenaga kerja yang terlibat, sebanyak 1.019 orang atau 43,68 persen berasal dari masyarakat setempat.

Keterlibatan pekerja lokal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan berpotensi memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, selain menyediakan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengapresiasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini memiliki dampak berlapis karena tidak hanya mendukung pemerataan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wawan mengatakan, keterlibatan warga lokal diharapkan berlanjut ketika fasilitas sekolah mulai beroperasi secara permanen. Sejumlah tenaga pendukung melalui skema alih daya (outsourcing) disebut telah mulai direkrut dari masyarakat Pandeglang.

Mereka antara lain berasal dari unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB), serta pendamping sosial daerah.

“Pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan Sekolah Rakyat ini. Program ini tidak hanya memajukan dunia pendidikan, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi warga melalui penyerapan tenaga kerja, baik saat masa konstruksi maupun pada tahap operasional kegiatan sekolah ke depannya,” ujar Wawan.

Dengan keterlibatan tenaga kerja lokal selama konstruksi dan peluang penyerapan tenaga pendukung saat sekolah beroperasi, pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat akses pendidikan di wilayah tersebut. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *