Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Hari Kedelapan Pencarian, Anggota DPRD Lebak Tabur Bunga untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Dukungan moril untuk delapan orang yang masih dalam pencarian setelah speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak di Selat Sunda terus berdatangan. Anggota DPRD Kabupaten Lebak Regen Abdul Haris ikut mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal dengan melakukan tabur bunga di tengah laut, Selasa, 15 September 2026.

Sebelum menuju perairan Selat Sunda, Regen mendatangi posko SAR gabungan di Marina Carita, Kabupaten Pandeglang. Selain memberikan dukungan kepada keluarga korban, ia membawa bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur umum di posko.

Kedatangan Regen juga berkaitan dengan keberadaan salah satu korban yang masih dicari, yakni Muhammad Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara asal Kabupaten Lebak. Regen memiliki hubungan kekerabatan dengan Bagus sehingga turut menemui keluarga korban di posko.

Di lokasi, Regen bertemu dengan orang tua Bagus, Mansyur. Pertemuan tersebut berlangsung haru karena keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan Bagus setelah pencarian memasuki hari kedelapan.

“Pada hari kedelapan, saya bisa berkunjung. Intinya untuk mendukung dan ikut menengok rekan-rekan jurnalis, orang Lebak, orang Rangkasbitung,” kata Regen.

Menurut Regen, kedatangannya ke posko merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Lebak yang menjadi bagian dari rombongan tersebut. Ia berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah. Sudah hari kedelapan dan segera ditimbulkan di permukaan,” ujarnya.

Usai menemui keluarga Bagus, Regen melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat menuju tengah laut. Ia membawa satu jeriken air serta sejumlah bunga berwarna-warni untuk melakukan tabur bunga dan memanjatkan doa.

Di tengah perairan, Regen menebarkan bunga dan air ke permukaan laut. Doa dipanjatkan untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.

Regen mengatakan keluarga Bagus kini mulai pasrah setelah berhari-hari menunggu kabar. Kendati demikian, harapan agar Bagus dan tujuh korban lainnya ditemukan dalam keadaan selamat masih terus dipelihara.

“Intinya masih berharap ada keajaiban. Mudah-mudahan delapan korban ini masih selamat, apalagi Bagus adalah warga Kabupaten Lebak,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa kehilangan atas hilangnya Bagus. Regen mengenal Bagus sebagai sosok yang baik dan pekerja keras serta menilai karya jurnalistiknya telah memberikan kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

“Kehilangan. Dia orang baik dan pekerja keras. Saya tahu sendiri dan kenal dengan beliau. Makanya saya datang ke sini juga ikut mendukung keluarganya,” ujar Regen.

Di tengah proses pencarian, Regen mengapresiasi upaya Tim SAR Gabungan yang terus menyisir perairan Selat Sunda. Ia juga menyampaikan penghargaan atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten dan Polda Banten dalam operasi pencarian tersebut.

“Perjuangan Pak Gubernur dan Pak Kapolda Banten sangat luar biasa, intens, sudah berjibaku selama 7 hari ini. Mudah-mudahan segera mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Mansyur mengatakan keluarga masih menyimpan harapan Bagus dan tujuh korban lainnya segera ditemukan. Ia berharap seluruh upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat membuahkan hasil dan para korban kembali kepada keluarga.

Hingga Selasa sore, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 masih berlangsung. Keluarga korban pun tetap menanti kabar sambil berharap penyisiran Tim SAR Gabungan di berbagai wilayah perairan Selat Sunda segera menemukan titik terang.(hed/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *