Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bupati Lebak Tekankan Pendidikan dan Pembangunan Karakter untuk Kemajuan Daerah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Ketiganya dinilai memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Hasbi saat bertemu dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak, Senin, 26 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Hasbi, infrastruktur yang memadai perlu didukung masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang baik. Dengan begitu, hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pendidikan dan pembangunan saling berkaitan. Keduanya memiliki keterikatan satu sama lain, sehingga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Hasbi.

Ia menjelaskan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang unggul secara akademis, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki moral, etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, pembangunan SDM harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Lebak.

Hasbi menilai keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik peserta didik. Perilaku, kepribadian, dan kontribusi mereka dalam kehidupan bermasyarakat juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

“Pendidikan harus mampu membentuk karakter sumber daya manusia yang baik, sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kemampuan intelektual perlu diimbangi dengan sikap dan kepribadian yang baik. Tanpa pembentukan karakter yang kuat, ilmu dan keterampilan yang dimiliki seseorang belum tentu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah aksi tawuran antarpelajar. Menurut Hasbi, fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa penanaman nilai-nilai positif dan pendidikan karakter perlu diperkuat, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Ia menilai tawuran antarpelajar tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan di sekolah, tetapi juga dipengaruhi pola pergaulan, pengawasan keluarga, dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, tenaga pendidik diharapkan tidak hanya berfokus menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik.

Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa menggunakan kekerasan.

“Tenaga pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Anak-anak harus diarahkan agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain sekolah, Hasbi menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, termasuk mengawasi pergaulan dan aktivitas mereka sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Kerja sama antara guru, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan agar nilai-nilai positif yang diajarkan kepada peserta didik dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan yang mendukung, lanjutnya, dapat membantu anak mengembangkan sikap saling menghargai, kepedulian sosial, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara damai. Sebaliknya, lingkungan yang kurang kondusif dapat memengaruhi perkembangan perilaku dan kepribadian generasi muda. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *