Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

856 Ribu Warga Lebak Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Sebanyak 856 ribu warga Kabupaten Lebak telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2026. Jumlah tersebut mencapai sekitar 57 persen dari sasaran program di Kabupaten Lebak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperluas pelaksanaan CKG dengan mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Bupati Lebak Hasbi Jayabaya mengatakan CKG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akses pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menghasilkan data mengenai kondisi kesehatan masyarakat.

“CKG adalah program prioritas Presiden. Karena supaya tahu data medis masyarakat di Banten, terkhusus di Lebak. Alhamdulillah capaian CKG di Lebak telah mencapai 856 ribu orang atau 57 persen,” kata Hasbi saat menghadiri layanan CKG di GOR Ona Rangkasbitung, Senin (21/9/2026).

Kegiatan layanan CKG tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkab Lebak.

Hingga September 2026, cakupan CKG di Kabupaten Lebak tercatat mencapai 57 persen. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Dinkes Lebak bersama 44 puskesmas melakukan pelayanan secara jemput bola.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau warga yang belum mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui program CKG.

Hasbi mengatakan pemeriksaan kesehatan melalui CKG memiliki fungsi penting untuk mendeteksi penyakit maupun faktor risiko sejak dini.

“CKG tidak hanya berfungsi untuk mengejar cakupan pemeriksaan. Program ini juga menjadi pintu masuk untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat serta mendeteksi penyakit dan faktor risiko sejak dini,” ujarnya.

Dari pelaksanaan CKG, hipertensi disebut menjadi salah satu kondisi kesehatan yang banyak ditemukan pada masyarakat di Kabupaten Lebak.

Hasbi mengatakan pemerintah akan berupaya memberikan akses pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan setelah menjalani pemeriksaan.

“Hasil CKG paling banyak di Lebak menderita hipertensi. Insyaallah obat disediakan gratis oleh pemerintah. Kesehatan adalah salah satu rezeki paling utama diberikan oleh Allah SWT,” katanya.

Dinkes Lebak terus mengajak masyarakat yang belum mengikuti CKG untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan tersebut. Partisipasi warga diperlukan agar deteksi dini dan pencegahan penyakit dapat dilakukan secara lebih luas.

“Dengan semakin banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai kondisi kesehatan warga sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan berbagai penyakit di Kabupaten Lebak,” ujar Hasbi.(wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *