Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

335 KK di Lebak Diusulkan Terima Bantuan Pasang Listrik

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengusulkan 335 kepala keluarga (KK) kurang mampu untuk menerima program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Usulan tersebut ditujukan untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera, khususnya yang tinggal di wilayah pelosok.

Ratusan keluarga yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan tersebar di empat kecamatan, yakni Cilograng, Gunungkencana, Cibeber, dan Bayah. Mereka diprioritaskan karena belum memiliki sambungan listrik mandiri dan masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.

“Ya, 335 KK kurang mampu kita usulkan kepada PT PLN untuk mendapat bantuan program BPBL,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Iman Hidayat, Rabu (28/10/2026).

Iman menjelaskan, BPBL merupakan program pemerintah pusat yang menyasar keluarga tidak mampu sesuai persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku. Pemkab Lebak mengutamakan warga yang masuk kelompok desil satu dan dua, terutama di wilayah yang akses infrastrukturnya masih terbatas.

“Kami prioritaskan untuk desil satu dan dua di wilayah pelosok seperti Kecamatan Cilograng, Gunungkencana, Cibeber dan Bayah. Penerima manfaat di antaranya harus memiliki KTP atau kartu keluarga Kabupaten Lebak dan belum memiliki listrik,” ujarnya.

Menurut Iman, akses listrik dapat mendukung berbagai aktivitas keluarga, mulai dari kegiatan ekonomi dan pendidikan hingga akses informasi. Kehadiran sambungan listrik juga diharapkan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara mandiri.

Ia menambahkan, masih terdapat warga prasejahtera di sejumlah desa yang belum memiliki sambungan listrik resmi. Kondisi tersebut membuat mereka membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh akses energi untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

“Dengan adanya program ini pastinya sangat bermanfaat untuk mereka dan bisa meringankan beban mereka,” kata Iman.

Meski demikian, 335 keluarga tersebut masih berstatus sebagai warga yang diusulkan. Penetapan penerima bantuan akan mengikuti proses verifikasi dan ketentuan program BPBL yang berlaku. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *