Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Target Investasi Cilegon Rp77 Triliun, Pemkot Siapkan Layanan Ramah Investor

Bagikan: Facebook X WhatsApp

CILEGON | Bantenraya.co.id

Pemerintah Kota Cilegon menyatakan kesiapannya mengejar target realisasi investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Banten pada 2025. Tak tanggung-tanggung, Kota Cilegon mendapat target investasi sebesar Rp77 triliun, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Banten.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cilegon Robinsar saat menerima kunjungan kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten bersama jajaran DPMPTSP kabupaten/kota se-Banten di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cilegon, Rabu (7/5/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rilis realisasi investasi Provinsi Banten Triwulan I 2025.

Robinsar mengatakan, capaian investasi Banten pada tiga bulan pertama 2025 menjadi tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Pada periode tersebut, realisasi investasi Banten mencapai Rp31,1 triliun.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami. Realisasi investasi di Provinsi Banten pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp31,1 triliun. Capaian ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Robinsar.

Dalam kesempatan tersebut, Robinsar menegaskan Pemkot Cilegon berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia bahkan meminta jajaran DPMPTSP tidak mempersulit pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di Kota Cilegon.

“Saya telah berpesan kepada DPMPTSP Cilegon untuk tidak mempersulit proses bagi investor yang ingin masuk. Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor,” tegasnya.

Bagi Robinsar, investasi tidak cukup hanya menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi. Kehadiran investasi juga harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Ia menilai sektor industri yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Cilegon belum sepenuhnya mampu menjadi solusi atas persoalan pengangguran.

Karena itu, Pemkot Cilegon berharap investasi baru dapat membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

“Industri belum menjadi solusi utama untuk permasalahan pengangguran. Kami berharap investasi yang masuk mampu mengakomodir keterlibatan pengusaha lokal dan menyerap tenaga kerja lokal demi mewujudkan Cilegon yang lebih sejahtera,” katanya.

Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Banten, target investasi Banten pada 2025 yang ditetapkan pemerintah pusat mencapai Rp119,5 triliun. Hingga Triwulan I 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp31,1 triliun.

Kota Cilegon sendiri mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp6,23 triliun pada periode tersebut. Capaian itu menempatkan Cilegon di posisi ketiga tertinggi di Banten, setelah Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, meski berada di posisi ketiga dalam realisasi Triwulan I, Cilegon memiliki target investasi tahunan terbesar di antara kabupaten/kota se-Banten, yakni Rp77 triliun.

“Target capaian investasi kita tahun 2025 ini sebesar Rp119,5 triliun dan capaian triwulan pertama telah mencapai Rp31,1 triliun. Kota Cilegon menempati peringkat ketiga tertinggi dalam realisasi investasi triwulan I tahun 2025, dengan nilai Rp6,23 triliun,” jelas Virgojanti.

Menurut Virgojanti, keseriusan kepala daerah dalam menciptakan iklim investasi menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. Ia mengapresiasi kehadiran langsung Robinsar dalam kegiatan tersebut.

“Baru kali ini rapat realisasi investasi di daerah dihadiri langsung oleh kepala daerah. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Cilegon dalam membangun iklim investasi yang sehat,” ujarnya.

Virgojanti menambahkan, kualitas pelayanan pemerintah daerah turut menentukan keputusan investor untuk menanamkan modal. Kemudahan pelayanan dan kepastian proses perizinan dapat menjadi daya tarik bagi investor.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Cilegon Hayati Nufus memastikan pihaknya akan mengawal komitmen kepala daerah melalui percepatan pelayanan perizinan.

Menurutnya, pelayanan investasi akan terus diperkuat melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah teknis agar proses perizinan berlangsung transparan dan akuntabel.

DPMPTSP Cilegon juga telah menerapkan sistem pelayanan perizinan secara daring. Investor dapat memperoleh pendampingan sejak tahap konsultasi hingga proses perizinan selesai.

“DPMPTSP sudah melakukan peningkatan pelayanan untuk memudahkan investor, transparansi proses izin yang semua sudah melalui sistem online. Pendampingan permohonan izin dari mulai konsultasi hingga proses izin selesai,” ujar Nufus.

Ia menambahkan, keberadaan MPP Kota Cilegon menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang terintegrasi dan mudah diakses.

Robinsar berharap sinergi antara Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten dapat menghasilkan kebijakan yang semakin memperkuat daya saing daerah. Menurutnya, keberhasilan menarik investasi harus diikuti dengan upaya memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Saya berharap hasil pertemuan ini dapat melahirkan ide-ide kebijakan yang mampu memperkuat daya saing daerah dan memperluas manfaat investasi bagi masyarakat secara luas,” pungkasnya.

(dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *