Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Rp8,15 Miliar Bansos Disalurkan kepada 16.311 KPM

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | bantenrayaco.id

Gubernur Banten Andra Soni menyalurkan Bantuan Jaminan Sosial (Bansos) Keluarga Provinsi Banten Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin (2/11/2026). Penyaluran bantuan perlindungan sosial tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Tahun ini kami baru menganggarkan untuk 16 ribu lebih warga Banten. Semoga tahun depan bisa dimaksimalkan,” ungkap Andra Soni.

Andra menjelaskan, bantuan tersebut merupakan penyaluran tahap pertama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pelaksanaannya didampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai perencanaan.

“Kami pastikan juga tidak ada satu rupiah pun pungutan (potongan) terhadap bantuan sosial ini,” tegasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program ini juga disinergikan dengan bantuan serupa yang disediakan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu, Andra Soni turut menyosialisasikan program pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta di Provinsi Banten. Menurutnya, program tersebut melengkapi kebijakan pendidikan gratis tingkat SD dan SMP yang telah diterapkan di Kabupaten Tangerang.

Ia menegaskan, tidak boleh ada lagi anak di Banten yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Tidak ada alasan anak-anak Banten putus sekolah. Kalau ada yang putus sekolah, laporkan ke kepala desa. Saya meyakini, pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Banten kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Selain dukungan pembangunan infrastruktur jalan, sebanyak 2.200 warga kurang mampu di wilayahnya juga menerima manfaat bansos tersebut.

“Pemkab Tangerang juga turut menyalurkan bantuan sosial untuk 4.000 warga. Bapak dan Ibu harus selalu menjaga kesehatan dan bahagia,” kata Maesyal.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman menyebutkan, Pemprov Banten menyalurkan lima jenis bantuan sosial. Kelimanya meliputi bantuan jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuan sosial disabilitas, bantuan sosial anak telantar, serta bantuan sosial lanjut usia (lansia).

“Mudah-mudahan apa yang menjadi program Pemprov Banten terlaksana dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Pada 2026, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,15 miliar untuk 16.311 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan tunai sebesar Rp500.000. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *