TANGSEL | bantenrayaco.id
Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan inovasi Sistem Integrasi Pengelolaan Konflik Kepentingan (SIGAP-KI TANGSEL) sebagai upaya memperkuat pencegahan fraud dan meningkatkan integritas penyelenggaraan pemerintahan.
Inovasi yang mengusung semangat pencegahan sejak dini tersebut memanfaatkan digitalisasi pemerintahan untuk memperkuat pengelolaan konflik kepentingan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
SIGAP-KI TANGSEL dikembangkan untuk memastikan setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan kewenangan pemerintahan berjalan secara objektif, transparan, serta mengutamakan kepentingan publik.
Penguatan sistem dilakukan melalui integrasi kebijakan, kelembagaan, proses bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi pemangku kepentingan, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen pengawasan preventif Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Melalui inovasi ini, Inspektorat Tangsel mendorong perubahan paradigma pengawasan intern yang sebelumnya lebih berorientasi pada tindakan korektif menjadi pendekatan preventif berbasis risiko. Dengan demikian, potensi konflik kepentingan diharapkan dapat dikenali dan dikendalikan sebelum berkembang menjadi penyimpangan atau tindakan fraud.
Dalam implementasinya, SIGAP-KI TANGSEL didukung penyusunan konsep tata kelola pengelolaan konflik kepentingan, mulai dari rancangan kebijakan, pedoman, mekanisme, hingga instrumen pengendalian. Proses bisnisnya mencakup tahapan identifikasi, deklarasi, verifikasi, mitigasi, monitoring, dan evaluasi konflik kepentingan.
Untuk memperkenalkan sekaligus mendorong penerapan inovasi tersebut, Inspektorat Kota Tangerang Selatan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar peluncuran aplikasi SIGAP-KI TANGSEL pada 20 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri para sekretaris perangkat daerah serta kepala subbagian umum dan kepegawaian (Kasubag Umpeg) di lingkungan Pemkot Tangsel.
Peluncuran dirangkaikan dengan pembinaan pengelolaan konflik kepentingan dan penjelasan teknis penggunaan aplikasi. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan konflik kepentingan untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan sekaligus memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN).
Dalam kesempatan tersebut, diperkenalkan pula tujuan, fungsi, dan mekanisme pemanfaatan SIGAP-KI TANGSEL yang dikembangkan melalui platform berbasis web SIACIS Tangsel. Sistem ini dirancang untuk mendukung pencatatan kepentingan pribadi, deklarasi, pengendalian, serta pemantauan dan evaluasi konflik kepentingan.
Sebagai tindak lanjut peluncuran, Inspektorat Tangsel melaksanakan diseminasi dan pengenalan aplikasi secara langsung kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pada 21–30 Oktober 2026.
Melalui kunjungan tersebut, tim menyampaikan latar belakang dan tujuan pengembangan SIGAP-KI TANGSEL, pentingnya pengelolaan konflik kepentingan, serta pengenalan fitur dan mekanisme penggunaan aplikasi kepada pegawai di masing-masing perangkat daerah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperluas informasi dan membangun pemahaman serta partisipasi aparatur dalam menerapkan pengelolaan konflik kepentingan di lingkungan kerja.
Tidak hanya menyampaikan informasi, kegiatan diseminasi juga dimanfaatkan untuk menghimpun tanggapan dari calon pengguna. Berbagai testimoni, masukan, dan saran terkait kemudahan penggunaan, kebutuhan organisasi, serta aspek teknis aplikasi dikumpulkan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan sistem.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemahaman aparatur mengenai pengelolaan konflik kepentingan diharapkan semakin meningkat. Selain itu, diharapkan terbentuk komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Keberhasilan implementasi SIGAP-KI TANGSEL ditopang komitmen pimpinan, kepemimpinan perubahan yang adaptif dan kolaboratif, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, ketersediaan instrumen tata kelola, serta pemanfaatan teknologi digital.
Melalui inovasi ini, Inspektorat Tangsel berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis manajemen pemerintahan, tidak hanya dalam melakukan pengawasan dan evaluasi, tetapi juga membantu mengidentifikasi serta mengendalikan risiko sejak dini.
Ke depan, SIGAP-KI TANGSEL diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun budaya integritas di lingkungan Pemkot Tangsel. Sebab, pemerintahan yang bersih tidak hanya diwujudkan melalui penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga melalui upaya mencegah potensi penyimpangan sebelum terjadi. (wil/dam)