TANGERANG | Bantenraya.co.id
Pembagian masker tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin serta didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), BPBD dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyampaikan, pembagian masker tersebut sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko paparan partikel abu vulkanik dari Gunung Krakatau.
“Dengan menggunakan masker mampu resiko paparan dari abu vulkanik, dan kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan dan kesehatan,” kata Sachrudin.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menerangkan, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta instansi terkait.
“Selain menggunakan masker, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan yang sesuai dan menghindari paparan langsung dalam waktu lama,” jelas Mahdiar.
Pemkot Tangerang juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga dapat menutup pintu dan jendela rumah apabila terdapat abu yang masuk ke lingkungan permukiman serta membersihkan permukaan yang terkena abu dengan cara yang tidak membuat partikel kembali beterbangan.
“Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diimbau segera beristirahat dan mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut atau memburuk,” kata Mahdiar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggareni mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
”Paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu yang terhirup berpotensi menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas pada kondisi tertentu,” tegas Dini
Ia mengingatkan, masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan apabila terjadi paparan abu vulkanik. Warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan setelah terpapar abu diimbau segera melakukan penanganan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berlanjut.
”Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari paparan abu secara langsung, terutama ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mengalami penurunan,” jelasnya.
Lanjutnya, juga mengingatkan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan untuk meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama terjadi paparan abu vulkanik.
”Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan. Informasi yang berasal dari sumber resmi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat sesuai kondisi di lapangan,” kata dr. Dini.
Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Kota Tangerang memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.(wil)