Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wakil Ketua KPK Ingatkan DPRD Rawan Korupsi, Keluarga Diminta Perkuat Integritas

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | bantenrayaco.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah korupsi di lingkungan DPRD Provinsi Banten. KPK mendorong pasangan anggota legislatif ikut menanamkan nilai integritas, baik di rumah maupun saat menjalankan tugas publik.

Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menyampaikan pesan tersebut dalam Workshop Integritas dan Antikorupsi Sektor Legislatif Provinsi Banten. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (27/10/2026).

KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi dari Keluarga

Ibnu mengatakan, pemberantasan korupsi membutuhkan pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Karena itu, KPK turut melibatkan keluarga dalam pendidikan antikorupsi bagi anggota DPRD.

“Dalam pemberantasan korupsi ada pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Ini dari segi pendidikan dilibatkan juga keluarganya,” kata Ibnu.

Menurut Ibnu, pasangan dapat membantu pejabat publik menjaga integritas. Sebaliknya, pengaruh yang keliru juga dapat mendorong perilaku yang bertentangan dengan prinsip antikorupsi.

“Pasangan itu bisa mengelola untuk tidak terjadi tindak pidana korupsi. Tapi bisa juga menimbulkan, memperkuat. Di sini untuk mengelola untuk tidak terjadinya tindak pidana korupsi, karena pasangan atau keluarga itu pendidik utama, pendidik pertama integritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga dapat memengaruhi sikap dan keputusan pejabat publik. Oleh sebab itu, keluarga perlu menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menolak praktik korupsi sejak dini.

Pendidikan antikorupsi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. KPK dan DPRD juga berharap kegiatan tersebut mendorong kebiasaan serta komitmen bersama untuk menjaga integritas.

Ketua DPRD Banten Apresiasi Program KPK

Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim, mengapresiasi pendidikan antikorupsi yang KPK selenggarakan bagi pimpinan, anggota DPRD, dan pasangan mereka.

Menurut Fahmi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman tentang integritas. Pemahaman yang sama diharapkan membantu para wakil rakyat menjalankan fungsi dan tanggung jawab secara konsisten.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan KPK RI bahwa hari ini bagian Deputi Pendidikan melaksanakan kegiatan pendidikan dalam rangka menyatukan pemahaman untuk penguatan seluruh pimpinan anggota DPRD beserta pasangan agar senantiasa kami bisa sama-sama menjaga, melaksanakan kegiatan di proses integritas ini berjalan dengan baik,” tuturnya.

Fahmi juga menilai pasangan memiliki peran dalam mendukung tugas pejabat publik. Karena itu, dukungan keluarga perlu berjalan seiring dengan komitmen menjaga integritas dalam pemerintahan.

“Pasangan ini merupakan bagian salah satu bersama-sama untuk menjaga dan menguatkan integritas. Di mana pasangan ini salah satu peran dalam mensupport, mendukung terhadap proses penyelenggaraan pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap keterlibatan keluarga dapat memperkuat tanggung jawab anggota DPRD. Selain itu, dukungan keluarga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan korupsi membutuhkan komitmen dari lingkungan terdekat.

Pendidikan Antikorupsi Berlanjut ke Sektor Eksekutif

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa KPK akan melanjutkan pendidikan antikorupsi ke sektor eksekutif. Menurut rencana, kegiatan berikutnya juga melibatkan Provinsi Jawa Barat.

Andra mengapresiasi perhatian KPK terhadap penguatan integritas di lingkungan pemerintahan daerah. Ia menilai pendidikan dan pencegahan perlu berjalan beriringan untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Alhamdulillah KPK dalam hal ini Deputi Pendidikan Antikorupsi yang melaksanakan kegiatan pendidikan antikorupsi untuk sektor legislatif. Dan insya Allah besok juga akan melaksanakan gabungan dengan Kedeputian Pencegahan, akan melaksanakan kegiatan pendidikan antikorupsi juga untuk sektor eksekutif,” ujar Andra.

Andra berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran antikorupsi di kalangan penyelenggara pemerintahan. Upaya ini mencakup sektor legislatif maupun eksekutif.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KPK atas dukungannya terhadap pendidikan dan pencegahan korupsi di Banten.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan KPK yang memberikan perhatian khusus kepada kita untuk terus melakukan upaya-upaya pendidikan berbarengan dengan upaya-upaya pencegahan. Semoga pembangunan kita bisa berjalan dan tujuan Banten maju, adil, merata, tanpa korupsi bisa kita capai bersama,” paparnya.

Melalui pendidikan antikorupsi yang melibatkan pejabat publik dan keluarga, pemerintah daerah berharap nilai integritas semakin kuat. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *