Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkab Pandeglang Terus Kordinasi Cari Jurnalis Hilang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengupayakan pencarian dua warganya, yakni Warta yang merupakan kapten kapal dan Heriyanto sebagai pemandu, yang masuk dalam rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda pada 7 September 2026.

Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengatakan, pemerintah daerah tetap menghormati keputusan yang telah diambil unsur SAR gabungan dalam penanganan musibah tersebut.

“Terkait dengan hal tersebut, kami pemerintah daerah mempunyai juga tanggung jawab dan kewenangan tersendiri, tapi kami menghormati semua keputusan yang sudah diambil oleh pihak-pihak dari Basarnas, TNI, Polri,” ujar Dewi di Tangerang, Kamis.

Menurut Dewi, Pemkab Pandeglang akan terus memantau perkembangan pencarian dan membuka koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, terutama setelah ditemukannya satu korban di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

“Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dan membuka ruang koordinasi lanjutan bersama tim penyelamat demi memenuhi harapan keluarga korban,” katanya.

Dewi juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I. Ia turut mengapresiasi jajaran kepolisian yang membantu proses pemulangan jenazah hingga ke daerah asal.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan juga Polda Banten yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” tuturnya.

Pemkab Pandeglang memastikan akan mendampingi proses pemulangan jenazah Sukarman hingga prosesi pemakaman.

“Kami akan mengantarkan sampai prosesi dishalatkan dan juga dimakamkan,” kata Dewi.

Sebelumnya, Polda Banten mengungkapkan hasil pencocokan DNA jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan Sukarman (60), salah satu kru KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat (anak),” jelas Hengki.

Operasi SAR sebelumnya dilakukan terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadatu I. Rombongan tersebut hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan kapal tersebut diketahui berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Setelah pencarian intensif oleh tim gabungan, titik terang muncul pada Sabtu (12/9). Aparat kepolisian di Bengkulu menemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dokkes Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mengamankan dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu menggunakan pesawat Cessna guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

“Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA,” kata Hengki.

Selain proses pencarian dan pemulangan jenazah, solidaritas warga Pandeglang juga mengalir kepada keluarga Sukarman. Melalui gerakan donasi di media sosial, warga berhasil mengumpulkan bantuan sekitar Rp12,8 juta.

Sukarman diketahui menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Ia selama ini membantu memenuhi kebutuhan kakak kandungnya, Ratna (64), yang mengalami tunanetra sejak kecil.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah warga dan tokoh masyarakat untuk menggalang bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Pandeglang sekaligus Sekjen PGIN Banten, Fahru Rijal, menjadi salah satu pihak yang turut menggalang dan menyerahkan bantuan kepada keluarga Sukarman.

“Semasa hidupnya ia menjadi tulang punggung bagi keluarga. Utamanya menanggung kehidupan sehari-hari Tetehnya, Ratna yang mengalami tunanetra sejak kecil,” kata Fahru, Sabtu (26/9/2026).

Fahru mengatakan, dirinya mendapat amanah untuk mewakili para donatur yang berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Bantuan kemudian diserahkan langsung kepada Ratna.

“Uang hasil donasi saat ditutup terkumpul Rp12,7 juta sekian, kemudian dibulatkan menjadi Rp12,8 juta,” katanya.

Menurut Fahru, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga setelah kehilangan Sukarman.

Penyerahan bantuan dilakukan di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Pemkab Pandeglang sendiri menyatakan akan terus memantau perkembangan pencarian terhadap dua warganya, Warta dan Heriyanto, yang hingga kini masih menjadi bagian dari korban hilang kontak dalam rombongan KM Arupadatu I. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *