Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkab Lebak Perkuat Branding Baduy dan Multatuli

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, akan memperkuat identitas daerah melalui branding Baduy dan Multatuli. Kedua ikon tersebut dinilai memiliki kekuatan budaya dan sejarah yang dapat menjadi pembeda Kabupaten Lebak sekaligus daya tarik bagi investor dan wisatawan.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan, Baduy dan Multatuli merupakan identitas yang memiliki keterkaitan kuat dengan Kabupaten Lebak. Karena itu, keduanya akan dikembangkan melalui strategi branding daerah yang lebih terarah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Baduy dan Multatuli itu ciri khas Lebak di dunia, itu tidak ada di daerah lain. Kami akan studi banding ke Banyuwangi untuk mempelajari penerapan branding daerah yang telah dilakukan di sana. Saat ini, daerah yang sukses dalam branding di Indonesia adalah Banyuwangi, yang tadinya biasa menjadi maju,” ujar Amir, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, branding daerah tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan. Identitas yang kuat diharapkan mampu memperkenalkan potensi Lebak sekaligus membuka peluang di sektor investasi, pariwisata, ekonomi, budaya, dan sejarah.

“Pembangunannya harus mendatangkan investor, menarik wisatawan, membuat orang-orang pintar datang, dan menghidupkan pelaku usaha. Itu tujuannya. Maka, kita harus punya branding yang jelas,” katanya.

Amir mengatakan pengembangan branding perlu dilakukan dengan mengangkat potensi lokal yang sudah menjadi bagian dari karakter Kabupaten Lebak. Dengan begitu, identitas daerah dapat lebih mudah dikenali masyarakat dan menjadi daya tarik bagi orang dari luar daerah.

“Kalau tidak punya branding yang jelas, sebuah kota tidak akan maju. Jarang memang daerah-daerah yang menyadari pentingnya program ini,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan masyarakat adat Baduy yang masih mempertahankan tradisi leluhur menjadi salah satu modal budaya penting bagi Lebak. Sementara itu, sejarah Multatuli turut memberikan karakter historis yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

Pemkab Lebak berharap penguatan branding Baduy dan Multatuli dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat. Strategi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing daerah serta memperluas peluang investasi di Kabupaten Lebak. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *