Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lebak Disebut Rawan Bencana Gempa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | bantenrayaco.id

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebut wilayahnya memiliki potensi berbagai jenis bencana. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memahami potensi bencana di lingkungan masing-masing.

Kepala BPBD Lebak Sukanta menyebut Kabupaten Lebak sebagai “supermarket bencana” untuk menggambarkan beragam potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah tersebut.

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui BPBD Lebak terus mengingatkan, mengimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi. Karena Kabupaten Lebak ini adalah supermarketnya bencana,” kata Sukanta.

Pernyataan tersebut disampaikan Sukanta setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah perairan Bayah, Kabupaten Lebak, Jumat malam.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di perairan Samudera Hindia, sekitar 198 kilometer barat daya Bayah, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Hingga Jumat malam, BPBD Lebak juga belum menerima laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.

Meski demikian, Sukanta meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi bencana lain yang dapat terjadi di Kabupaten Lebak.

Sukanta mengatakan masyarakat perlu mengenali kondisi alam dan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Warga juga diminta mempelajari tanda-tanda alam serta terus memperbarui informasi dari instansi terkait dan pihak berwenang.

“Masyarakat agar mengenal lebih dalam tentang kondisi alam sekitar, mempelajari juga tanda-tanda alam, update informasi dari pihak terkait dan pihak berwenang,” ujarnya.

Menurut Sukanta, pemahaman mengenai jalur evakuasi dan langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana penting untuk mengurangi kepanikan.

“Supaya pada saat terjadi bencana, masyarakat tidak panik, tahu ke mana jalur evakuasi, apa yang harus dibawa, dan lain-lain,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi resmi pemerintah apabila terjadi bencana maupun terdapat potensi bencana di wilayah Lebak.

Gempa M 5,2 tersebut bukan satu-satunya gempa yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik juga mengguncang wilayah selatan Bayah pada Senin (14/9/2026) sore.

Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 5,5 dan termasuk gempa dangkal.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memahami karakteristik wilayah tempat tinggal, mengetahui jalur evakuasi, serta mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari sumber resmi. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *