Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cegah Stunting Sejak Dini, Pos Gizi Diperkuat di 104 Kelurahan Kota Tangerang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | bantenrayaco.id

Upaya mencegah stunting tidak hanya dilakukan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat program Pos Gizi yang tersebar di 104 kelurahan untuk mendeteksi masalah gizi sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, Pos Gizi menjadi salah satu bentuk intervensi untuk meningkatkan status gizi balita yang terindikasi mengalami berat badan kurang atau underweight. Program ini dijalankan melalui posyandu dengan pendekatan pemantauan, edukasi, dan intervensi gizi secara intensif.

“Pos Gizi adalah langkah nyata untuk meningkatkan status gizi balita yang terindikasi gizi kurang sebelum mereka jatuh ke kondisi stunting. Ini bukan hanya tempat menimbang, tapi tempat edukasi dan intervensi gizi intensif,” ungkap dr. Dini.

Dalam pelaksanaannya, Pos Gizi menyediakan sejumlah layanan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi pola asuh dan gizi, hingga deteksi dini serta rujukan bagi balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Penguatan layanan tersebut menjadi penting karena pencegahan stunting perlu dilakukan sejak awal kehidupan anak. Pemantauan pertumbuhan secara berkala membantu tenaga kesehatan dan kader mengenali risiko masalah gizi lebih cepat, sehingga intervensi dapat diberikan sesuai kondisi masing-masing anak.

”Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,4 persen. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemkot Tangerang tetap memprioritaskan pencegahan agar tidak muncul kasus stunting baru,” papar dr. Dini.

“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai intervensi sudah bergeser ke arah pencegahan, dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita,” tambahnya.

Selain penguatan Pos Gizi, Dinkes Kota Tangerang juga mengoptimalkan pemantauan tumbuh kembang melalui aplikasi SiData dan e-PPGBM. Pemanfaatan data tersebut membantu petugas memantau kondisi gizi masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang dibutuhkan.

Dinkes juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan puskesmas melalui program SDIDTK-PMBA, yakni Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang serta Pemberian Makan Bayi dan Anak.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *