Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bupati Pandeglang Ajak Warga Kelola Sampah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, memimpin langsung aksi pungut sampah dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kampung Bangun Sabrang, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Selasa (13/10/2026).

Aksi bersih-bersih yang menyasar jalur protokol Pandeglang–Serang dan kawasan sekitar Jembatan Salaka Nagara itu melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), relawan, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat. Unsur Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Mengenakan pakaian olahraga dan membawa kantong sampah, Dewi turun langsung memunguti sampah plastik yang berserakan di bahu jalan dan sekitar jembatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dewi mengatakan, peringatan WCD bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menangani persoalan sampah.

“Kegiatan WCD ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi merupakan langkah awal untuk memperkuat kesadaran dan komitmen bersama. Kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kita semua,” kata Dewi di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan penanganan serius dari hulu hingga hilir. Kebersihan lingkungan juga berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat dan daya tarik suatu daerah.

“Seluruh potensi alam yang kita miliki tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila lingkungan kita masih dipenuhi sampah dan tidak tertata dengan baik. Kebersihan adalah kunci kenyamanan dan daya tarik daerah,” ujarnya.

Dewi juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak seharusnya hanya dianggap sebagai barang buangan karena sebagian masih memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan serta daur ulang.

Ia menyebutkan, berdasarkan data evaluasi lingkungan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 98 persen sampah dinilai memiliki nilai ekonomis dan berpotensi didaur ulang. Sementara itu, sekitar 2 persen merupakan residu yang sulit diolah, seperti popok sekali pakai dan pembalut.

“Sampah jangan lagi dipandang sebagai barang buangan, tetapi harus dikelola sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat. Sampah yang benar-benar tidak bisa diolah barulah disalurkan ke tempat pembuangan akhir (TPA),” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan WCD 2026, Pemkab Pandeglang menargetkan penguatan program bank sampah secara lebih luas. Dewi menginstruksikan setiap kecamatan dan instansi pemerintahan, termasuk Sekretariat Daerah serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar memiliki unit bank sampah.

Menurut Dewi, pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama dan tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan. Keterlibatan pemerintah, instansi, komunitas, dan masyarakat diperlukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui sistem ini, kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada petugas kebersihan saja, melainkan menjadi gerakan mandiri yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, mengatakan, World Cleanup Day merupakan gerakan lingkungan global yang pelaksanaannya di Indonesia berlangsung pada periode 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026.

Menurut Rahmat, kegiatan WCD 2026 menjadi pelaksanaan tahun kedua aksi kolaboratif serupa di Kabupaten Pandeglang. Pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan kegiatan agar aksi kebersihan tidak hanya terpusat di satu lokasi.

“Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kedua di Pandeglang, dan ke depan akan kita laksanakan lebih masif di seluruh kecamatan,” kata Rahmat.

DLH juga telah menginstruksikan jajaran kantor kecamatan untuk menggerakkan aksi kebersihan secara mandiri di wilayah masing-masing selama periode pelaksanaan WCD.

Kegiatan ini turut diintegrasikan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), antara lain melalui pembiasaan kegiatan Selasa Bersih. Rahmat mengajak pelajar menjadi pelopor kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Selain itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif mengajak masyarakat mengelola sampah dengan benar serta menjaga kebersihan fasilitas umum, termasuk kawasan di sepanjang jalan raya.

Untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, DLH Pandeglang mengimbau masyarakat mendaftarkan diri sebagai wajib retribusi sampah daerah agar dapat memanfaatkan layanan pengangkutan sampah secara rutin.

Rahmat menjelaskan, warga yang terdaftar dapat memperoleh layanan penjemputan sampah oleh petugas dengan jadwal berkala, yakni satu hingga dua kali dalam sepekan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan mendaftar menjadi wajib retribusi agar sampah dijemput berkala satu hingga dua kali sepekan,” ujarnya.

DLH juga meminta masyarakat berkoordinasi dengan dinas untuk mengetahui lokasi pembuangan sampah resmi yang tersedia.

Rahmat menegaskan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah, dan memanfaatkan layanan pengangkutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Pandeglang yang bersih dan sehat. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *