Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Status Anak Krakatau Turun, DPRD Pandeglang Dorong Wisata Carita Kembali Bangkit

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Penurunan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) diharapkan menjadi momentum pemulihan sektor pariwisata di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penurunan status aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan aktivitas gunungapi mengalami kecenderungan menurun.

Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam mengatakan, penurunan status tersebut memberikan ruang bagi pemulihan aktivitas pariwisata di kawasan pesisir Pandeglang.

Namun, ia mengingatkan masyarakat dan wisatawan tetap mengikuti rekomendasi keselamatan yang ditetapkan Badan Geologi.

“Kondisi saat ini sangat kondusif, baik-baik saja karena penurunan status Gunung Anak Krakatau ini memberikan ruang yang lebih luas bagi aktivitas pariwisata. Kami mengundang para wisatawan untuk tidak ragu datang dan menikmati keindahan Pantai Carita serta destinasi pesisir lainnya di Pandeglang,” kata Agus, Rabu (23/9/2026).

Meski status aktivitas GAK telah diturunkan, Badan Geologi tetap menetapkan batas keselamatan. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta wilayah pantai Banten dan Lampung tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunungapi.

Agus mengatakan, pemerintah daerah perlu mengambil langkah untuk membangun kembali citra positif kawasan wisata Carita. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mendorong wisatawan kembali berkunjung setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya berdampak terhadap sektor pariwisata.

“Kami berharap pascaerupsi ini pemerintah daerah membangun citra positif. Agar para pengunjung mulai berdatangan ke Pantai Carita, sehingga menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.

Menurut Agus, sektor pariwisata Carita sempat mengalami dampak akibat menurunnya kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat promosi destinasi wisata Carita, terutama menjelang periode libur akhir tahun.

“Apalagi sebentar lagi mau Tahun Baru. Kalau tidak dipromosikan, tidak dibangun citra positif ke Carita ini, kemungkinan wisatawan tidak banyak datang ke Carita. Mereka akan memilih ke objek wisata lain,” katanya.

Agus meminta pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait memperkuat promosi wisata Carita sekaligus menyampaikan informasi mengenai kondisi terkini secara tepat.

Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu mengacu pada kondisi lapangan dan rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.

“Oleh karena itu, eksekutif harus membangun citra positif melalui Dinas Pariwisata dan Diskomsantik, agar mempromosikan Carita bahwa tidak ada terjadi sesuatu, Carita aman-aman saja dan nyaman dikunjungi,” tuturnya.

Di sisi lain, Badan Geologi menegaskan bahwa penurunan status ke Level II (Waspada) bukan berarti seluruh aktivitas Gunung Anak Krakatau telah berhenti. Tingkat aktivitas akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala maupun apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Karena itu, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi serta tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.  (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *