Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wisatawan Turun Pascaerupsi GAK, Pariwisata Pandeglang Masih Tertekan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Sektor pariwisata di kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang masih menghadapi tekanan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Penurunan kunjungan wisatawan turut berdampak pada pendapatan pelaku usaha hotel dan akomodasi, terutama di kawasan Pantai Carita hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Carita pada akhir pekan kini hanya berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Angka tersebut turun dibandingkan kondisi normal yang dapat mencapai 70 hingga 90 persen.

Sementara pada hari biasa, aktivitas wisatawan di kawasan tersebut masih relatif sepi.

Penurunan kunjungan turut membuat pendapatan pelaku usaha pariwisata merosot. Sejumlah pengelola hotel dan akomodasi bahkan menghadapi kesulitan memenuhi biaya operasional, mulai dari pemeliharaan fasilitas, gaji karyawan hingga tagihan listrik.

Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), E. Supriadi Franky, mengatakan kondisi tersebut cukup berat bagi pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Pendapatan saat ini tidak cukup untuk menutupi biaya pemeliharaan (maintenance), membayar gaji karyawan, hingga membayar tagihan listrik dan beban operasional lainnya,” kata Franky, Rabu (7/10/2026).

Menurut Franky, kondisi destinasi wisata pantai di Pandeglang saat ini dinilai sudah aman dan kondusif untuk dikunjungi. Namun, kepercayaan wisatawan belum sepenuhnya kembali setelah erupsi GAK.

Citra kawasan yang masih dikaitkan dengan aktivitas erupsi disebut turut memengaruhi keputusan calon wisatawan untuk berkunjung.

Karena itu, pelaku usaha meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat mengambil langkah konkret untuk membantu memulihkan sektor pariwisata Pandeglang.

Franky menilai salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggelar berbagai kegiatan yang mampu menarik wisatawan dan masyarakat dalam jumlah besar ke kawasan wisata.

“Kegiatan seperti festival budaya, sport tourism, hingga agenda pertemuan instansi pemerintahan dinilai dapat menjadi stimulus cepat untuk mendatangkan massa dan memulihkan kembali denyut nadi perekonomian pariwisata Pandeglang,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Pergerakan wisatawan juga akan memberikan efek terhadap sektor ekonomi lain yang bergantung pada pariwisata.

Hotel, restoran, transportasi, pedagang, hingga pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar destinasi berpotensi kembali mendapatkan aktivitas ekonomi ketika kunjungan wisatawan meningkat.

Franky berharap pemerintah dan pengelola destinasi dapat memperkuat kolaborasi untuk memulihkan kepercayaan wisatawan terhadap kawasan pesisir Pandeglang. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *