Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Viral! Kades di Pandeglang Lempar Sawer ke Muka Biduan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Video Kepala Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, memarahi seorang biduan karena memprotes aksi saweran viral di media sosial. Perselisihan tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi yang digelar Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu. Kepala Desa Padasuka bernama Sara disebut merupakan pria yang terlihat dalam video viral tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat suasana sebuah acara musik dangdut. Sejumlah pria berjoget dan memberikan saweran kepada biduan yang sedang tampil.

Salah seorang pria bernama Oman kemudian terlihat melempar uang ke arah biduan hingga mengenai bagian wajah. Tindakan tersebut membuat biduan keberatan dan meminta agar uang tidak lagi dilemparkan ke wajahnya.

“Nggak usah dilempar ke muka, malu sama pak lurah,” ujar biduan tersebut dalam video.

Tak lama kemudian, Sara mengambil mikrofon dan meminta acara dihentikan. Ia juga memarahi biduan karena memprotes aksi saweran tersebut.

“Udah kamu tutup, tutup. Sok soan kamu. Biduan, kayak gitu kok kamu marah,” kata Sara.

“Jangan sok, kamu. Ini kan hiburan,” lanjutnya.

Video tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial.

Polres Pandeglang selanjutnya memediasi pihak-pihak yang terlibat pada Senin (5/10/2026) sore. Mediasi dihadiri Wakapolres Pandeglang Kompol Yudha Hermawan, Kepala Desa Padasuka Sara, Oman selaku pria yang melakukan saweran, serta Laura Agustini selaku pemilik grup musik BL Musik.

Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai. Kedua pihak sepakat tidak mengulangi tindakan yang dapat menimbulkan perselisihan serupa.

“Kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengulangi tindakan atau perbuatan yang dapat menimbulkan perselisihan serupa. Apabila di kemudian hari terdapat permasalahan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui musyawarah dan mufakat dengan mengedepankan sikap saling menghormati, kekeluargaan, serta menjaga hubungan baik,” kata Maruli.

Dalam kesepakatan tersebut, para pihak juga menyatakan tidak akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Oman kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada pihak BL Musik.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan BL Musik. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin itu saja dari saya,” kata Oman.

Sara juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi saat acara berlangsung. Ia menyebut kedua pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Syukur alhamdulillah saling memaafkan. Jadi tidak ada lagi kami ini ancaman-ancaman dari pihak manapun karena kami sudah sepakat antara dua belah pihak ini, antara yang dilakukan sama Oman dengan saya sendiri di panggung membikin suatu kegaduhan, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh Indonesia, umumnya di Kabupaten Pandeglang. Terima kasih,” ujar Sara.

Maruli menambahkan, seluruh pihak telah berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu perselisihan serupa.

Apabila kesepakatan tersebut kembali dilanggar, persoalan dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *