Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pandeglang Luncurkan Ubi Jalar NDS 08

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang meluncurkan tiga varietas unggulan ubi jalar lokal sebagai upaya memperkuat komoditas pertanian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Tiga varietas tersebut merupakan bagian dari ubi jalar Nusantara Daya Subur (NDS) 08, yang terdiri atas NDS 08 Ungu, NDS 08 Merah, dan NDS 08 Kuning. Pengembangannya dilakukan secara kolaboratif bersama petani lokal di wilayah Menes.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti, mengatakan pemerintah daerah turut memfasilitasi proses pendaftaran resmi varietas lokal tersebut.

Dalam prosesnya, Pemkab Pandeglang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kementerian terkait.

“Hari ini kita sudah meluncurkan ubi jalar NDS 08 ungu, NDS 08 merah, dan NDS 08 kuning untuk dikembangkan di Pandeglang,” ujar Tanti, Senin (28/9/2026).

Tanti mengatakan ubi jalar NDS 08 memiliki potensi produktivitas yang tinggi. Dalam satu hektare lahan, hasil panennya disebut dapat mencapai sekitar 25 hingga 40 ton.

Selain produktivitas, varietas tersebut memiliki ukuran umbi yang besar dengan warna yang menarik.

“Produktivitasnya sangat tinggi sekitar 25 sampai 40 ton per hektar dengan ukuran umbi besar dan warna menarik,” katanya.

Menurut Tanti, budidaya ubi jalar NDS 08 juga relatif mudah. Tanaman tersebut tidak membutuhkan teknik budidaya khusus selama mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

Potensi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak petani untuk mengembangkan ubi jalar sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan Pandeglang.

Pemkab Pandeglang membuka kesempatan bagi masyarakat dan kelompok tani yang ingin mengembangkan varietas NDS 08.

Tanti mengatakan bibit berkualitas dapat diperoleh melalui pusat penangkaran yang berada di Menes. Selain itu, kelompok tani dengan rencana pengembangan dalam skala lebih luas dapat mengajukan proposal melalui jalur yang telah disiapkan pemerintah.

“Bagi para petani bisa membeli benih ke tempat penangkaran di Menes atau mengusulkan proposal kepada dinas pertanian provinsi,” ujarnya.

Pengembangan ubi jalar NDS 08 diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *