Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Banten Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

274 Petugas Pemulasaraan Jenazah di Tangerang Diperkuat Kompetensinya

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | bantenrayaco.id

Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat kapasitas petugas pemulasaraan jenazah di tingkat desa dan kelurahan melalui pelatihan yang menggabungkan pemahaman syariat agama dengan standar kesehatan.

Sebanyak 274 petugas dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang mengikuti Pelatihan Kompetensi Petugas Pengurusan Jenazah yang berlangsung di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (23/9/2026).

Pelatihan tersebut ditujukan bagi petugas yang sebelumnya belum memperoleh pembekalan serupa. Pemkab Tangerang berharap peningkatan kompetensi dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat ketika menghadapi kebutuhan pengurusan jenazah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, mengatakan pelayanan sosial keagamaan menjadi salah satu bagian dari pelayanan publik yang perlu mendapat perhatian hingga tingkat wilayah.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan administrasi, tetapi juga mencakup pelayanan sosial keagamaan dan pembinaan kehidupan bermasyarakat,” ujar Prima.

Menurutnya, petugas pemulasaraan memiliki peran penting dalam memastikan proses pengurusan jenazah dilakukan secara tepat. Karena itu, pembekalan tidak hanya mencakup pemahaman keagamaan, tetapi juga aspek teknis dan kesehatan.

Prima meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan baik serta memanfaatkan sesi praktik untuk memperdalam keterampilan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi ketika petugas menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.

“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh hendaknya tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Bangun juga komunikasi dan koordinasi yang baik, terutama apabila menghadapi kondisi yang memerlukan penanganan khusus,” pesannya.

Pemkab Tangerang menargetkan pelatihan tersebut dapat menghasilkan petugas pemulasaraan jenazah yang kompeten, amanah, dan terampil. Dengan begitu, pelayanan di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan lebih siap sesuai tuntunan agama serta memperhatikan aspek kesehatan.

Salah satu peserta, Jamilatun, petugas pemulasaraan jenazah asal Desa Sindangasih, Kecamatan Sindangjaya, mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membantu peserta memahami tahapan pengurusan jenazah secara lebih jelas.

“Kegiatan pelatihan ini sangat baik dan bagus sekali untuk membantu kami khususnya tim petugas pemulasaraan jenazah di desa karena materinya sangat jelas mulai dari awal sampai pengumpulan jenazah. Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan untuk Pemkab Tangerang terkait dengan fasilitas yang diberikan sehingga kami bisa menambah ilmu,” ujar Jamilatun.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada petugas lain dan masyarakat sehingga kapasitas pelayanan pemulasaraan jenazah semakin merata di Kabupaten Tangerang.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *